All for Joomla The Word of Web Design

Pendampingan Anti Riba Bagja Usaha P2U

Pada empat belas abad yang lalu Rasulullah Saw sudah memberikan peringatan kepada umat Islam bahwa salah satu tanda-tanda akhir zaman (kiamat) adalah ketika semua orang tidak bisa lepas dari praktek riba, hampir di semua lini kehidupannya. Sehingga apabila mereka ingin melakukan transaksi apapun, dimanapun dan kapanpun, maka ia otomatis terkena riba.

Zaman sekaranglah yang di maksud oleh Rasulullah Saw dalam hadis di atas, seperti yang dapat kita saksikan riba bertebaran bagaikan virus yang mematikan. Begitupun dikalangan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah), banyak sekali sumber permodalan yang ditawarkan untuk UMKM yang pasti berhubungan dengan riba. Dari persentase riba yang rendah sampai dengan persentase riba yang tingginya selangit. Baik lembaga yang resmi seperti koperasi dan perbankan atau lembaga-lembaga yang ilegal seperti rentenir yang berkedok koperasi simpan pinjam (KOSIPA).

Karena faktor keilmuan dan pemahaman yang kurang dari para UMKM akhirnya mereka terjerat dari kubangan riba tanpa tahu bagaimana cara untuk keluar dari kubangan riba tersebut. Permodalan yang mereka terima dengan akad riba bukan melancarkan usaha mereka sebaliknya justru menurunkan usaha mereka dan tidak sedikit diantaranya justru mematikan usaha mereka.

Disinilah tim Bagja Usaha P2U terjun untuk memberikan bantuan kepada UMKM berupa edukasi, pendampingan serta permodalan kepada mereka yang sedang terjerat riba. Adapun yang menjadi konsentrasi Bagja Usaha P2U di tahun 2018 ini melingkupi Bandung dan sekitarnya. Semoga program ini menjadi bagian dari Indonesia tanpa riba seperti yang telah dan sedang digalakan oleh beberapa komunitas anti riba yang sudah terlebih dahulu gencar dalam memerangi riba seperti: Riba Crisis Centre, Komunitas Tanpa Riba (KTR), Kampung sarera World (KSW), KMB Comunity.

%d blogger menyukai ini: