All for Joomla The Word of Web Design

WALIMAH BERKAH TANPA RIBA

Bulan rajab dan Sya’ban merupakan bulan yang menjadi pilihan favorit untuk para pasangan melangsungkan pernikahan. Terlepas dari mitos dan budaya yang sudah mengakar di masyarakat Indonesia saat ini. Hampir setiap akhir pekan pada dua bulan ini, keluarga kecil kami menghadiri berbagai undangan walimah dengan konsep yang beragam, dari yang sangat sederhana sampai walimah yang mewah dengan wedding organizer berpengalaman. Janur kuning yang menjadi simbol adanya sebuah walimah bergantung dan berayun di beberapa gang kecil dan gedung-gedung.

Walimah bisa jadi momen istimewa sekali dalam seumur hidup, jadi tidak heran jika sebagain orang berjuang keras untuk menyelenggarakannya seistimewa mungkin menurut standarnya masing-masing. Tidak sedikit orangtua yang karena sayangnya kepada putra putrinya hingga mengupayakan segala cara untuk menyelenggarakan resepsi walimah yang wah. Demi membahagiakan pasang hidupnya seseorang berusaha kesana kemari mencari dan mengumpulkan dana demi terselenggaranya resepsi yang mewah. Tidak ada yang salah dengan niatan-niatan tersebut, namun tidak sedikit kasus riba yang menjerat karena diawali dari sebuah resepsi walimah.

Resepsi pernikahan atau walimah merupakan tradisi yang telah diajarkan Rasulullah SAW kepada umatnya. Perintah untuk menggelar walimah disampaikan Nabi Muhammad SAW kepada putrinya, Fatimah RA dipinang Ali bin Abi Thalib RA. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya pada perkawinan harus diadakan walimah”. (Shahih Jami’us Shaghir no:2419 dan al-Fathur Rabbani XVI:205 no:175).

Ada beberapa adab dalam Islam yang diungkapkan oleh Syekh Abdul Aziz bin Fathi as-Sayyid Nada dalam Mausuu’atul Aadaab al-Islaamiyyah tentang tata cara walimah atau resepsi pernikahan yaitu:

  1. Niatkan walimah itu sebagai sunah Rasulullah SAW dan memberi makan orang-orang. Sesuatu yang diniatkan dengan baik akan menjadi amal saleh. Sehingga, harta yang dibelanjakan dan waktu yang diluangkan akan diganti dengan pahala.
  2. Membuat dan menyediakan hidangan yang sesuai dengan kemampuan. Menurut Syekh as Sayyid Nada, seorang tuan rumah tak perlu memberatkan diri di luar batas kemampuannya untuk menyediakan hidangan bagi para undangan. Kesederhanaan dalam menyelenggarakan walimah telah dicontohkan Rasulullah SAW.
  3. Seorang Muslim yang mengadakan walimah hendaknya mengundang karib kerabat, tetangga dan rekan-rekan seagama. Menurut Syekh as-Sayyid Nada, mengundang karib kerabat dalam acara walimah akan mempererat tali silaturahim. Sedangkan, mengundang tetangga dapat mendatangkan kebaikan. Selain itu, mengundang rekan-rekan seagama akan melanggengkan kasih sayang dan menambah rasa cinta.
  4. Rasulullah SAW mengingatkan agar seorang Muslim tak hanya mengundang orang-orang kaya saja. Nabi menekankan agar saat walimah orang miskin pun harus diundang. Mengabaikan orang-orang miskin, dapat mematahkan hati mereka. Sehingga, mereka yang mengadakan walimah namun mengabaikan orang miskin dicap Islam sebagai orang-orang yang sombong.
  5. Rasulullah mengajarkan agar sebuah acara walimah tak diselenggarakan secara berlebih-lebihan. Dalam Alquran surat al-A’raaf , Allah SWT berfirman, “… Dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” Al-A’raaf : 7.
  6. Sebuah acara walimah tak boleh berisi perkara munkar. Menurutnya, jika undangan sebuah walimah berisi perkara-perkara munkar, maka wajib bagi yang diundang untuk tidak menghadirinya.
  7. Wajib mendatangi undangan bagi yang diundang. Rasulullah SAW bersabda, “Apabila salah seorang dari kalian diundang ke walimah, hendaklah ia mendatanginya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Seorang muslim dalam menyelenggarakan walimah hendaknya merujuk pada adab-adab di atas. Jika merujuk pada adab walimah bisa dipastikan tidak akan ada kasus seseorang terjerat riba seusai penyelenggaraan walimah. Rasa sayang yang tidak dilandasi dengan keimanan dan keilmuan tentang syariat Islam membuat orangtua atau sang mempelai terjerumus kedalam dosa riba pada saat mengadakan walimah putra putrinya. Tidak sedikit orangtua yang menggadaikan SK Kepegawaiannya atau menyekolahkan sertifikat tanah dan rumahnya ke Bank atau sekedar menitipkan BPKB kendaraan pribadinya ke leasing.  Pada akhirnya begitu walimah beres justru permasalahan baru akan segera dimulai. Bayang-bayang tagihan, cicilan perbulan dan perasaan-perasaan tidak tenang lainnya yang akan menyergap sebagaimana kondisi orang-orang yang terjerat riba.

Dengan jelas Allah SWT berfirman dan Al-Qur’an dan Al-Hadis:

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkanlah sisa riba (yang belum dipungut), jika kamu orang yang beriman.” (Q.S. Al-Baqarah: 278)

“Allah melaknat orang yang memakan riba, yang memberi makan dengannya, kedua saksinya, dan penulisnya, lalu beliau bersabda, “mereka semua itu adalah sama“.” (HR. Muslim)

Pernikahan merupakan sesuatu yang luhur dan sakral bermakna ibadah kepada Allah dan mengikuti sunnah rasullullah yang dilaksanakan atas dasar keikhlasan, tanggung jawab dan mengikuti kaidah-kaidah hukum.  Tujuan pernikahan sebagaimana Allah SWT firmankan dalam surat Arrum ayat 21 “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya dan Dia jadikan di antaramu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. “  Mawadah dan warahmah adalah anugerah yang Allah berikan kepada seseorang yang telah melangsungkan pernikahan. Sesuatu yang suci bagaimana bisa terjadi bila diawali dengan dosa besar riba yang dijadikan sumber biaya pada saat walimah.

So, sahabat-sahabat yang soleh dan solehah sebaiknya dalam melaksanakan walimah kita jalankan sesuai adab-adab yang telah Allah SWT syariatkan agar kita selamat di dunia dan akhirat. Tidak usah memaksakan diri berhutang untuk walimah apalagi hutang riba.  Ingat sobat, Dosa Riba itu berat kita ga akan sanggup menanggung nya, mending tobat aja.

 

Beti Kurnia, SE

Konsultan Keuangan Syariah Anti Riba

%d blogger menyukai ini: